Sunday, May 22, 2022
HomeReksadanaApakah Reksa Dana Sama dengan Trading Forex?

Apakah Reksa Dana Sama dengan Trading Forex?

Apakah Reksa Dana Sama dengan Trading Forex? – Reksa dana pasar uang mulai dikenal sebagai produk alternatif untuk menabung. Risiko yang relatif rendah ditambah dengan potensi keuntungan yang relatif lebih tinggi dibandingkan produk tabungan perbankan telah menarik minat masyarakat untuk membeli reksa dana pasar uang.

Namun tidak sedikit juga yang salah paham dan menganggap reksa dana pasar uang sama dengan Trading Forex (valas). Padahal, ini adalah dua instrumen investasi yang berbeda. Reksa dana pasar uang adalah wadah yang berisi kumpulan beberapa jenis instrumen pasar uang dan surat utang yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun. Sedangkan forex trading pada dasarnya adalah jual beli mata uang asing.

Apa Yang Membuatnya Berbeda?

Sisi Pengelolaan Dana

Reksa dana pasar uang dikelola oleh Manajer Investasi — tim ahli dalam menilai dan mengelola produk investasi. Jadi nasabah tidak perlu repot menganalisa atau memilih produk investasi. Nasabah yang tidak memiliki pengalaman juga dapat menempatkan uangnya dengan aman di reksa dana.

Sedangkan forex trading adalah kegiatan nasabah yang menginvestasikan uangnya langsung ke dalam peredaran (perdagangan) mata uang asing seperti USD/Rp, Euro/USD, GBP/USD. Untuk melakukan trading forex, seorang investor atau trader harus memiliki pengetahuan sebelumnya dan keterampilan khusus dalam menganalisa pergerakan mata uang asing agar terhindar dari resiko kerugian.

Sisi Modal

Dalam bertransaksi reksa dana pasar uang, nilai modal awal minimum relatif rendah, yaitu hanya Rp. 100 ribu. Dengan dana yang relatif rendah, tentunya reksa dana pasar uang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga pebisnis.

Sedangkan dalam trading forex, modal awal umumnya relatif besar dan menggunakan mata uang dollar. Untuk setoran awal, seorang investor atau trader biasanya diharuskan menyetor USD 100 atau sekitar Rp 1,3 juta (dengan kurs Rp 13.100 per dolar).

Sisi Untung Dan Risiko

Potensi keuntungan (return) reksa dana pasar uang relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan forex trading. Hal ini dapat terjadi karena aset yang terdapat pada reksa dana pasar uang berupa deposito dan surat utang jangka pendek memiliki pergerakan aset yang stabil dengan fluktuasi pasar yang sangat rendah.

Di sisi lain, perdagangan valas berpotensi menghasilkan keuntungan besar dari selisih jual beli mata uang asing (capital gain). Namun fluktuasi pergerakan perdagangan uang cukup tinggi dan cepat di pasar, sehingga investor atau trader membutuhkan ketelitian dan ketepatan dalam positioning untuk membeli atau menjual mata uang asing.

Artinya dari segi risiko tentunya reksa dana pasar uang relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan forex trading — risikonya searah (berbanding lurus) dengan tingkat keuntungan yang diharapkan (high risk high return).

Itulah beberapa hal yang membedakan reksa dana pasar uang dengan trading forex. Untuk menyimpan uang dengan risiko yang relatif rendah dan pertumbuhan aset yang stabil, reksa dana pasar uang adalah produk keuangan yang tepat.

Jika dibandingkan dengan rata-rata suku bunga deposito bank saat ini sebesar 6,48 persen per tahun, maka imbal hasil (profit) reksa dana yang bisa mencapai 7,75 persen per tahun tentu lebih tinggi, ditambah keuntungan pajak yang diperoleh.

Di Bareksa Investment Marketplace, terdapat daftar reksa dana pasar uang yang memiliki produk dengan imbal hasil lebih tinggi dari deposito dan dapat menjadi pilihan nasabah untuk berinvestasi. Demikianlah ulasan tentang apakah reksa dana sama dengan trading forex? semoga bermanfaat.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular