Sunday, May 22, 2022
HomeReksadana6 Jenis Reksadana Yang Wajib Anda Tahu

6 Jenis Reksadana Yang Wajib Anda Tahu

Bagi sebagian orang mungkin sudah tidak asing dengan istilah reksadana. Salah satu instrumen investasi yang mana para investor menyerahkan dana kepada manajer investasi untuk di investasikan ke berbagai keuangan seperti saham, obligasi, atau pasar uang. Tersedia berbagai jenis reksadana yang mana sebagai acuan kemana dana akan di investasikan.

Berikut akan diulas 6 jenis-jenis reksadana. Mulai dari reksa dana penghasilan tetap, reksadana pasar uang, reksadana terproteksi, reksa dana saham, reksa dana index (RDI), dan reksa dana campuran. Semua jenis tersebut memiliki keuntungan dan ketentuan tersendiri. Untuk lebih mengetahui, yuk simak informasinya berikut ini.

Jenis-Jenis Reksa Dana Perlu Kalian Ketahui

  • Reksadana pendapatan tetap

Reksadana pendapatan tetap (income fund) yaitu jenis reksadana yang 80 % produk instrumennya obligasi. Reksadana ini cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi dalam jangka 1 hingga 3 tahun.  Kelebihannya yaitu investor dapat fleksibel dalam melakukan pencairan reksadana dengan harga nilai aktiva bersih (NAB). Bahkan Anda dapat menjual kembali reksa dana pada hari yang sama ketika membelinya. Kedua, dana yang di investasikan akan disalurkan ke berbagai instrumen yang mana dapat mengurangi resiko. Berbicara soal risiko, reksadana pendapatan tetap memiliki resiko lebih rendah dari pada jenis reksadana saham dan campuran.

  • Reksadana pasar uang

Bagi Anda yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu pendek kurang dari satu tahun, Anda dapat memilih reksadana pasar uang karena hasilnya lebih fluktuatif dan stabil. Reksadana jenis ini mengalokasikan 100% kepada instrumen pasar uang. Keuntungannya yaitu memiliki potensi return yang tinggi, resiko kecil dari pada jenis yang lain, serta tidak ada pungutan dalam pembelian atau penjualan reksadana.

  • Reksa dana terproteksi

Reksa dana terproteksi merupakan jenis reksadana yang akan memproteksi 100% pokok investasi para investor ketika sudah jatuh tempo. Reksadana jenis ini memiliki jangka waktu yang telah ditentukan oleh manajer investasi. Anda juga dapat melakukan pencairan sebelum jatuh tempo. Reksa dana terproteksi hanya dapat dibeli pada saat waktu ada penawaran dan tidak bisa menambah saldo ketika waktu penawaran telah berakhir. Reksa dana terproteksi juga memiliki imbal hasil yang lebih terukur.

  • Reksadana saham

Jenis reksadana ini banyak diminati masyarakat karena memiliki keuntungan yang tinggi meskipun resikonya juga tinggi. Sebagian besar investasi dengan minimum 80% dialokasikan pada instrumen saham. Reksadana jenis saham ini termasuk jenis yang agresif karena relatif tinggi dalam pertumbuhannya. Jika anda sudah terbiasa dalam hal investasi reksadana saham, pasti memiliki perhitungan tepat agar terhindar dari kerugian.

  • Reksadana dana index (RDI)

Jenis reksadana index yakni investasi yang dikelola untuk mendapat hasil yang sesuai dengan index yang digunakan sebagai acuan. Dengan memilih reksadana index Anda dapat menjual atau membeli sewaktu-waktu. Hal ini sama dengan reksadana terbuka. RDI ini tepat digunakan bagi investor yang ingin transparansi atas investasi yang dimiliki.

  • Reksadana campuran

Reksadana campuran menawarkan jenis investasi yang alokasi dananya di sebar atau dikombinasikan dengan berbagai instrumen seperti uang, saham, dan obligasi. Reksadana campuran diinvestasikan dalam jangka waktu menengah panjang serta dana yang dialokasikan tidak boleh lebih dari 79%. Keunggulannya yakni manajer investasi akan lebih mudah dalam mengatur dana karena terdapat instrumen yang banyak dan portofolio lebih fleksibel.

Demikian ulasan mengenai 6 jenis saham yang perlu Anda ketahui.  Sebelum melakukan pembelian reksadana, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu mengenai jenis-jenis reksa dana. Hal tersebut akan membuat Anda lebih mudah untuk menyesuaikannya dengan tujuan finansial Anda.

 

 

 

 

 

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular