Sunday, May 22, 2022
HomeFundamentalMengenal Penggunaan Bollinger Bands dalam Trading

Mengenal Penggunaan Bollinger Bands dalam Trading

Siapakah diantara kamu yang belum mengenal tentang bollinger band? Bagi para trader pemula, bollinger band merupakan sebuah indikator teknikal yang sudah populer digunakan untuk melakukan trading. Bollinger band menjadi kunci dasar agar aktivitas trading bisa menghasilkan profit.

Sampai saat ini banyak trader yang mengaku kalau ingin mendapatkan profit saat trading, kamu harus mengenal indikator teknikal tersebut. Indikator ini sendiri berbentuk garis yang ditarik ke dalam. Selain itu indikator ini ada di sekitar struktur pergerakan saham yang diperdagangkan atau harga sebuah komoditas.

Ketahui Kegunaan Dari Indikator Bollinger Band

Nah, dengan adanya bollinger band ini sendiri nantinya akan menunjukkan batas relatif penurunan atau kenaikan harga. Pada awal kemunculannya, bollinger band ini pertama kali dikembangkan oleh John Bollinger salah satu trader teknis yang terkenal.

Sejarah kemunculan Indikator teknikal dimulai berdasarkan pengalaman pribadi yang diaplikasikan pada komputer mikro pada tahun 1977. Sampai akhirnya, Bollinger terlibat pada bisnis komputer untuk analisis teknis.

Seiring perkembangan teknologi, Bollinger terus mengembangkan power group yang bertugas untuk mencatat perkembangan trend industri. Mulai dari sinilah Bollinger Band terus berkembang sampai saat ini.

  1. Penggunaan Indikator Bollinger Bands Untuk Trading

Sebagai trader kamu harus tahu cara mengukur volatilitas pasar dan bisa memprediksi rentang (range) pergerakan harga. Nah, dengan adanya Bollinger Bands kamu akan terbantu untuk menentukannya.

Indikator ini terdapat 3 garis yang terus bergerak mengikuti pergerakan harga. Tiga garis tersebut yaitu : Upper band, Middle band, Lower band

Cara kerja middle band adalah untuk moving average yaitu sebagai dasar perhitungan lower band dan upper band. Nantinya middle band ini digunakan untuk sample moving averange. Ketiga garis tersebut dipengaruhi oleh volatilitas yang sedang terjadi. Jadi ketika volatilitas semakin besar, jarak antar band juga terus melebar serta begitu sebaliknya.

Keberadaan indikator teknikal ini bisa membantu para trader untuk mengenal bagaimana kondisi pasar sekarang. Kalau indikator melebar, itu artinya pasar sedang ramai dan kalau menyempit atau datar, kondisi pasar sedang sepi.

  1. Cara Menerapkan Strategi Bounce Trading

Akar aktivitas trading bisa mendapatkan profit, strategi apa yang perlu dilakukan saat menggunakan bounce trading? Penerapan Bounce trading bisa diterapkan menggunakan Bollinger Bands.

Penerapan ini bisa memanfaatkan lower band dan upper band dijadikan sebagai resistance dan area support. Lower band akan digunakan sebagai support dinamis dan upper band digunakan sebagai resistance dinamis. Sementara middle band tetap terlibat sebagai target.

Setelah mencapai upper atau lower, harga akan memantul ke middle band. Kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan entry point. Kamu bisa mencari level sell di area upper atau lower dan sebagai targetnya area middle band.

Ketika harga sudah sampai ada di upper band, para trader merasa kesulitan untuk memastikan harga. Apakah harus tembus ke atas upper atau berhenti di situ. Sebab area tersebut menjadi tempat yang paling baik untuk sell.

Kalau kamu tidak mau salah, kamu harus lebih bersabar lagi untuk menunggu konfirmasi pantulan bar chart yang ditutup di bawah pada upper band. Kalau kamu sudah menentukan harga, kamu bisa lakukan sell dengan target di middle band. Kalau kamu ingin melakukan buy, tunggu saja kalau harganya sudah mencapai lower band.

Demikianlah penjelasan mengenai indikator bollinger bands yang digunakan untuk mendeteksi trend jangka panjang. Semoga dengan adanya penjelasan ini bisa menambah wawasan mengenai indikator penunjang trading.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular