Sunday, May 22, 2022
HomeFundamentalIndikator Moving Average Convergence Divergence Untuk Trading

Indikator Moving Average Convergence Divergence Untuk Trading

Saat ini sudah banyak sekali berbagai indikator yang digunakan para trader untuk melakukan aktivitas trading secara optimal. Salah satu indikator yang digunakan sebagai senjata ampuh para trader adalah indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD).

Indikator teknikal ini pertama kali dikembangkan oleh prof. Gerald Appel seorang dokter di Amerika Serikat pada akhir tahun 1970. Seiring perkembangannya banyak para trader yang akhirnya memanfaatkan indikator ini untuk mengkonfirmasi kekuatan dan arah trend.

Selain itu indikator MACD ini digunakan untuk menentukan titik pembalikan atau reversal dan mengkonfirmasi kalau trend tersebut bisa lebih kuat atau tidak. Banyak trader baik pemula atau berpengalaman yang sudah memanfaatkan indikator MACD karena lebih mudah untuk di konfirmasi dan diinterpretasi.

Mengenal Tentang Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Keberadaan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) selain digunakan untuk konfirmasi tentang trend yang terjadi di pasar. Kamu bisa memanfaatkan indikator MACD ini untuk beberapa hal seperti berikut ini :

  1. Bisa melihat apa yang sedang terjadi divergensi bearish atau bullish
  2. Bisa mengukur momentum pasar, apakah telah terjadi oversold atau overbought

Peranan indikator MACD ini sangatlah populer karena bisa mendatangkan hasil yang lebih akurat. Terlebih kalau sinyalnya terjadi bersama dengan momentum pasar apakah oversold atau overbought.

Untuk mendeteksi overbought dan oversold bisa menggunakan indikator MACD. Indikator ini melihat hubungan antara moving average untuk jangka pendek dan jangka panjang. Indikator MACD ini memiliki komponen-komponen seperti :

  1. MACD Signal Line : berupa garis merah putus-putus
  2. MACD Histogram : berupa garis-garis vertikal
  3. MACD Zero Line

Cara Kerja Komponen-Komponen MACD

Histogram sebuah indikator yang digunakan untuk memperkirakan apakah trend tersebut kuat atau tidak. Ketika histogram semakin panjang, ini bisa menjadi momentum tambah besar. Sebaliknya ketika histogram pendek indikasi momentum juga semakin berkurang. Tentu semua itu harus diimbangi dengan adanya koreksi.

Indikator MACD, selain digunakan untuk histogram juga bisa digunakan untuk mencari entry signal. Cara penggunaannya cukup mudah, ketika indikator MACD signal line lepas dari histogram, itu menunjukkan sinyal buy. Sementara ketika indikator MACD signal line lepas dari histogram itu menunjukkan sinyal sell.

Indikator MACD ini memang menawarkan banyak keuntungan, tetapi juga memiliki kekurangan. Indikator ini juga sering muncul fake signal, sehingga sebagai trader kamu harus lebih teliti dan hati-hati saat menggunakan indikator MACD untuk trading. Kamu bisa menggunakan time frame yang lebih panjang seperti grafik harian atau grafik 4 jam-an.

Cara Menemukan Divergence dengan MACD

Divergence merupakan kondisi harga bergerak naik namun garis MACD mengarah turun. Sinyal Divergence ini digunakan sebagai acuan untuk menentukan open posisi ideal. Berikut ini ada 2 jenis divergence yang digunakan sebagai acuan untuk melakukan entry yaitu :

  1. Bullish divergence untuk entry Buy
  2. Bearish divergence untuk entry Sell

Lantas bagaimana cara kerja indikator MACD ketika bearish divergence atau bullish?

  1. Bullish Divergence

Kondisi ini grafik menunjukkan penurunan namun histogram naik. Posisi ini histogram ada di bawah zero level. Konfirmasi bullish divergence saat histogram sudah naik di atas zero level.

  1. Bearish divergence

Kondisi ini grafik menunjukkan naik namun histogram turun. Posisi ini histogram ada di atas zero level. Konfirmasi bearish divergence saat histogram sudah turun di bawah zero level.

Jadi pengetahuan ini sangatlah penting agar para trader tidak alami kesalahan saat melakukan entry. Kalau salah entry akan membuat kamu terjebak pada situasi sulit untuk melakukan buy atau sell.

Jadi MACD merupakan indikator teknikal yang sangat cocok untuk diandalkan ketika trading. Mengingat indikator ini mampu memproduksi berbagai sinyal dan bisa identifikasi fundamen saat trading.

 

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular