Sunday, May 22, 2022
HomeFundamentalMoving Average di Trading Forex, Apa Kegunaannya?

Moving Average di Trading Forex, Apa Kegunaannya?

Menjadi trader forex memang harus bisa memahami dan mengaplikasikan semua instrument didalamnya. Dan hal yang tidak boleh dikecualikan adalah moving average. Menjadi salah satu tool yang bisa di fungsikan sebagai bahan analisa didalam menemukan metode teknikal ketika menjalankan trading.

Jika dijelaskan secara umum, moving average memang bisa dijadikan sebuah teknik jitu dalam menjalankan trading. Tujuannya adalah menemukan lebih detail perubahan harga yang kini bergejolak di pasar saham dalam perioder terkini. Jika mengetahui secara lengkap, para trader pun akan lebih mudah serta lancar untuk membelanjakan aset berharganya.

Mengenal Moving Average

Dalam ilmu trading, moving average bisa diartikan sebagai perhitungan harga sebelum penetapan nilai harga pada hari ini. Dimana kisaran perhitungan didasari oleh nilai pergerakan harga rata-rata yang terjadi di pasar serta bergerak pada periode waktu tertentu.

Moving average yang sering terjadi biasanya terjadi selama 1 minggu, 20 hari, 60 hari dan bisa juga 120 hari. Dari kisaran inilah para trader akan jauh lebih memiliki momentum terbaik didalam mengukur dan mengkonfirmasi tren kemudian bisa cepat untuk menentukan posisinya baik dari segi resistance maupun support.

Apabila terjadi uptrend, moving average digunakan sebagai support sedangkan jika kondisi sedang downtrend maka moving average akan dijadikan resistance. Trader yang teliti akan lebih mudah dalam melakukan analisa dan bisa lebih cepat melakukan penutupan harga. Apalagi saat ini posisi harga sendiri juga dibagi menjadi tiga yakni open, high serta low.

Selama ini moving average yang begitu trend digunakan para trader antara lain:

  1. SMA (Simple Moving Average)

Indikator yang sangat simple dan sering digunakan para trader adalah Simple Moving Average. Meski kategorinya begitu simple namun jangan salah soal kemampuan analisanya. Jika trader bisa memakainya secara benar, analisa yang didapatkan akan memberikan kemudahan dalam memantau pergerakan harga.

Ada sistem perhitungan memakai SMA yaitu dengan memilih acuan rentang waktu selama 50 jam. Dimana trader memang harus bisa segera menetapkan posisi dengan perhitungan harga penutupan di kisaran waktu 50 jam sebelum harga ditutup.

Semakin besar rentang waktu atau periode yang dipakai maka Moving Average yang dihasilkan juga akan semakin menjanjikan. Sedangkan semakin bagusnya MA maka semua reaksi yang terjadi dalam pergerakan harga juga akan semakin lama ditetapkan.

  1. EMA (Exponential Moving Average)

Exponential Moving Average merupakan jenis MA yang berada di posisi lebih signifikan dan lebih berbobot mengacu titik data terbaru. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan SMA, perhitungan rata-rata harga yang dihasilkan EMA jauh lebih berbobot. Sehingga trader akan mendapatkan banyak peluang lebih saat memakainya.

Menurut sejumlah trader lama, EMA memang lebih memiliki rentang sensitive saat adanya pergerakan harga. Apabila dibandingkan dengan SMA, peluang pergerakan harga memang jauh lebih agresif. Jadi untuk membedakan antara dua moving average antara SMA dan EMA ada pada segi sensitivitasnya.

Meski peran SMA dan EMA sama karena digunakan sebagai penafsir harga, namun para trader lebih mendapatkan nilai fluktuasi hargadengan mudah. EMA bisa disimpulkan bisa dijadikan sebagai penentu harga terbaik soal bobotnya. Karena dari setiap adanya pergerakan harga terbaru semua nilai harga akan jauh lebih akurat.

Trader yang ingin memantau harga lebih lambat namun bisa mudah mendapatkan pergerakan secara aksi, SMA bisa digunakan jauh lebih sederhana. Signal palsu yang diterbitkan juga bisa dijadikan penyelamat di masa mendatang karena sifatnya memang jangka panjang.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular